Belajar hari ini, sukses di masa depan.

Pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi tentang membentuk diri menjadi manusia yang lebih baik.

Jangan takut gagal, takutlah berhenti mencoba.

Setiap halaman yang dibaca adalah satu langkah menuju masa depan yang lebih luas.

Pendidikan adalah bekal untuk menjemput masa depan.

Belajar mungkin melelahkan, tetapi ketidaktahuan akan membuat langkah kita lebih terbatas.

Tidak harus hebat untuk memulai, tetapi harus memulai untuk menjadi hebat.

Sekolah mungkin memberikan ilmu, tetapi kemauan untuk terus belajar akan membentuk masa depan.

Masa depan dibangun dari usaha hari ini.

Pendidikan memberi kita pengetahuan, tetapi karakter mengajarkan bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dengan bijaksana.

Senin, 28 September 2026

Edukasi Remaja, Puskesmas Wedung 1 Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di SMPN 3 Wedung

DEMAK – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, Puskesmas Wedung 1 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi bagi para siswa di SMPN 3 Wedung pada Senin (28/9/2026).

 Kegiatan edukatif ini berlangsung interaktif di dalam ruang kelas. Para siswa yang mengenakan seragam putih-biru tampak duduk rapi di bangku masing-masing dan menyimak materi dengan penuh perhatian. Sosialisasi dipimpin langsung oleh petugas kesehatan bu Nadiroh dari Puskesmas Wedung 1 yang tampil mengenakan pakaian kebaya oranye dipadukan dengan hijab. 


Dalam penyampaiannya, petugas kesehatan memanfaatkan media visual berupa brosur atau selebaran edukatif untuk mempermudah para siswa memahami materi yang disampaikan. Fokus utama dari sosialisasi ini mencakup pengenalan sistem reproduksi, cara menjaga kebersihan organ reproduksi pada masa pubertas, hingga pemahaman pentingnya pergaulan yang sehat di kalangan remaja.

Kepala Sekolah SMPN 3 Wedung, Heru Rahwiyanto, menyambut baik dan mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh tim Puskesmas Wedung 1. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat krusial bagi siswa usia remaja agar mereka mendapatkan informasi yang benar, ilmiah, dan tepercaya dari ahlinya, sehingga terhindar dari mitos atau informasi keliru yang marak beredar di media sosial.

Melalui sinergi antara pihak sekolah dan fasilitas kesehatan ini, diharapkan para siswa SMPN 3 Wedung dapat tumbuh menjadi remaja yang sehat secara fisik, cerdas dalam bertindak, serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri mereka sendiri.

Minggu, 27 September 2026

BELAJAR DARI ALAM, TUMBUH BERSAMA MENYONGSONG MASA DEPAN. 🌱✨


Aksi Nyata Budaya Hidup Berkelanjutan: Budidaya Ikan Oleh Murid  SMPN 3 Wedung  di Lingkungan Hutan Mangrove. 

DEMAK – Sebagai wujud nyata implementasi Hidup Berkelanjutan, siswa-siswi SMPN 3 Wedung melaksanakan kegiatan kokurikuler yang edukatif dan peduli lingkungan. Mereka melakukan penebaran benih ikan secara massal di kolam praktik sekolah yang dikelilingi oleh rimbunnya pohon mangrove. Kegiatan yang berlangsung di area lingkungan sekolah ini diikuti oleh para siswa dengan didampingi langsung oleh kepala sekolah dan jajaran guru. Suasana penuh gotong royong dan antusiasme menyelimuti jalannya acara saat para siswa yang mengenakan seragam olahraga dan seragam pramuka bersama-sama melepas benih ikan dari kantong plastik ke dalam kolam. 

Kepala SMPN 3 Wedung menjelaskan bahwa "pemilihan program budidaya ikan di sekitar ekosistem mangrove ini bukan tanpa alasan. Wilayah Wedung yang kaya akan vegetasi bakau menjadi laboratorium alam yang sangat ideal bagi siswa untuk belajar. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajarkan teori biologi atau ekonomi, melainkan langsung mempraktikkan bagaimana menjaga keseimbangan ekosistem dan memanfaatkan potensi lingkungan secara bijak dan berkelanjutan". 

"Kolam sekolah yang dikelilingi pohon mangrove ini menjadi media belajar yang sangat berharga. Pohon mangrove berfungsi sebagai pelindung alami sekaligus penyaring air, sehingga sangat mendukung ekosistem kolam ikan di sekitarnya. Kami ingin menanamkan jiwa mandiri, kreatif, dan bernalar kritis kepada siswa dalam menjaga bumi," ujarnya di sela-sela kegiatan. 

Melalui aksi penebaran benih ikan ini, siswa SMPN 3 Wedung diharapkan mampu menumbuh kembangkan ketahanan pangan lokal dan budidaya perikanan, mereka juga diajak untuk lebih peka dan mencintai lingkungan pesisir demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. 

 

By : Admin Gabut


Sabtu, 26 September 2026

Memperkenalkan Pentingnya Mangrove Sejak Dini untuk Menyelamatkan Kawasan Pesisir Kita

Suasana berbeda terlihat di SMPN 3 Wedung, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (21/2/2019). Sekolah tersebut menjadi pusat kegiatan peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2019 yang diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Sejak sekitar sepuluh hari sebelum acara berlangsung, para guru dan siswa SMPN 3 Wedung telah disibukkan dengan berbagai persiapan. Mulai dari penataan lokasi, latihan pertunjukan, hingga persiapan materi kegiatan dilakukan secara bersama-sama untuk menyambut peringatan yang mengangkat pentingnya keberadaan dan kelestarian lahan basah.

Kegiatan diawali dengan pemutaran sejumlah potongan film dokumenter mengenai lahan basah. Tayangan tersebut menjadi pengantar bagi para peserta untuk mengenal lebih jauh fungsi lahan basah serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya menjaga ekosistem tersebut.

Sekitar 100 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain Kepala Desa Wedung beserta perwakilan perangkat desa, staf Wetlands International Indonesia, Blue Forest, masyarakat setempat, serta perwakilan kelompok dampingan program Building with Nature (BwN). Kepala SMPN 3 Wedung, para guru, dan siswa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Suharto yang hadir mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Demak. Turut membuka kegiatan, Direktur Wetlands International Indonesia, Nyoman Suryadiputra. Dalam kesempatan tersebut, sambutan Nyoman disampaikan melalui rekaman video yang diputar pada saat pembukaan.

Tidak hanya diisi dengan penyampaian informasi mengenai lingkungan, peringatan Hari Lahan Basah Sedunia juga menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka. Para siswa SMPN 3 Wedung tampil membawakan tarian dan drama bertema lingkungan.

Penampilan tersebut mendapat perhatian dari para peserta sekaligus memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia sekolah melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Wedung pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga lahan basah sebagai bagian dari lingkungan yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir dan sekitarnya.

Meniti Prestasi di Tengah Kesejukan Hutan Mangrove SMPN 3 Wedung

 

SMP Negeri 3 Wedung melaksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal Tahun Ajaran 2026/ 2027 yang berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 September 2026.

Kegiatan asesmen ini diikuti oleh seluruh murid berjalan tertib dengan jadwal dua mata pelajaran setiap harinya. Sebelum memulai mengerjakan asesmen, para murid selalu mengawali hari dengan kegiatan pembiasaan pagi (membaca alquran, asmaul husna dan menyanyikan Indonesia Raya) untuk menumbuhkan karakter positif, memperkuat spiritualitas, membangun kesiapan mental sebelum asesmen dimulai serta menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air Indonesia.

Pelaksanaan ASTS di SMP Negeri 3 Wedung memiliki daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di sekolah lain. Letak geografis sekolah yang dikelilingi oleh rimbunnya hutan mangrove memberikan suasana asesmen yang unik dan berbeda. Hembusan angin khas pesisir dan pemandangan hijau hutan mangrove menciptakan atmosfer yang tenang, sejuk, dan bebas polusi, sehingga membantu murid tetap relaks dan fokus dalam mengerjakan setiap soal.

Kombinasi antara penguatan karakter melalui pembiasaan pagi, kesiapan akademik, dan ketenangan dari alam mangrove sangat mendukung kelancaran kegiatan ASTS Gasal tahun ini. SMP Negeri 3 Wedung terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan mencintai lingkungan.

Jumat, 25 September 2026

Rutinitas Pagi Penuh Makna di SMP Negeri 3 Wedung

Setiap pagi, halaman SMP Negeri 3 Wedung, Kabupaten Demak, menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan hati. Sebelum kelas dimulai, seluruh warga sekolah berkumpul. Di belakangnya berdiri kokoh hutan mangrove yang hijau dan rimbun. Di sinilah, ditemani embusan angin laut yang segar, sebuah rutinitas sederhana namun mendalam dimulai untuk membentuk jiwa-jiwa muda yang berkarakter.

Suasana seketika berubah teduh saat terdengar suara anak melantunkan ayat suci Al-Qur'an yang dibaca  melalui pengeras suara dan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna secara serempak. Gema doa mereka seperti menyatu harmonis dengan alam pesisir di sekitarnya. Tak berhenti pada kedekatan dengan Sang Pencipta, ruang terbuka itu kemudian dipenuhi rasa cinta tanah air. Dengan sikap tegap, mereka bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lewat momen ini, nasionalisme bukan lagi sekadar teori di buku pelajaran, melainkan rasa bangga yang tumbuh nyata di dada mereka.

Belajar di dekat alam memberikan hadiah terbaik bagi para murid. Pemandangan hijau dan udara bersih terbukti membawa ketenangan, membuat mereka lebih fokus dan bersemangat menyerap ilmu. Lebih dari itu, hutan bakau yang dilihat setiap hari adalah pengingat hidup tentang kekayaan alam Indonesia yang menjadi tanggung jawab untuk dijaga. Melalui kebiasaan pagi yang konsisten ini, SMP Negeri 3 Wedung tidak hanya sedang mendidik murid yang cerdas dan santun, tetapi juga menumbuhkan generasi yang peduli dan mencintai bumi tempat mereka berpijak.

Kamis, 24 September 2026

Arboretum Kehidupan: Selayang Pandang SMP Negeri 3 Wedung

 

SMP Negeri 3 Wedung merupakan lembaga pendidikan formal tingkat menengah pertama yang terletak di Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. 

Mengambil peran strategis di kawasan pesisir Demak, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pusat edukasi akademis, tetapi juga tumbuh sebagai pusat pelestarian lingkungan berwawasan bahari bagi generasi muda di sekitarnya.

SMP Negeri 3 Wedung sebagai pelopor pendidikan lingkungan hidup berbasis pesisir, karakteristik geografisnya yang berada di wilayah pesisir pantai utara Pulau Jawa menjadi kekuatan utama dalam membentuk identitas sekolah.

·       Sekolah memiliki kawasan edukasi alam mandiri berupa Arboretum Mangrove. Fasilitas ini dimanfaatkan secara aktif untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup langsung ke alam. Siswa diajak untuk mempraktikkan langsung budidaya, pembibitan, dan perawatan ekosistem pesisir.

·       Keberadaan hutan mangrove ini juga diadopsi menjadi ruang belajar yang unik dan menyenangkan. Diantaranya tercermin dalam kegiatan-kegiatan sekolah, baik kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler maupun kokurikuler, serta kegiatan-kegiatan lainnya dengan memanfaatkan lingkungan mangrove di lingkungan sekolah sebagai sarananya.