Sabtu, 26 September 2026

Memperkenalkan Pentingnya Mangrove Sejak Dini untuk Menyelamatkan Kawasan Pesisir Kita

Suasana berbeda terlihat di SMPN 3 Wedung, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (21/2/2019). Sekolah tersebut menjadi pusat kegiatan peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2019 yang diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Sejak sekitar sepuluh hari sebelum acara berlangsung, para guru dan siswa SMPN 3 Wedung telah disibukkan dengan berbagai persiapan. Mulai dari penataan lokasi, latihan pertunjukan, hingga persiapan materi kegiatan dilakukan secara bersama-sama untuk menyambut peringatan yang mengangkat pentingnya keberadaan dan kelestarian lahan basah.

Kegiatan diawali dengan pemutaran sejumlah potongan film dokumenter mengenai lahan basah. Tayangan tersebut menjadi pengantar bagi para peserta untuk mengenal lebih jauh fungsi lahan basah serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya menjaga ekosistem tersebut.

Sekitar 100 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain Kepala Desa Wedung beserta perwakilan perangkat desa, staf Wetlands International Indonesia, Blue Forest, masyarakat setempat, serta perwakilan kelompok dampingan program Building with Nature (BwN). Kepala SMPN 3 Wedung, para guru, dan siswa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Suharto yang hadir mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Demak. Turut membuka kegiatan, Direktur Wetlands International Indonesia, Nyoman Suryadiputra. Dalam kesempatan tersebut, sambutan Nyoman disampaikan melalui rekaman video yang diputar pada saat pembukaan.

Tidak hanya diisi dengan penyampaian informasi mengenai lingkungan, peringatan Hari Lahan Basah Sedunia juga menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka. Para siswa SMPN 3 Wedung tampil membawakan tarian dan drama bertema lingkungan.

Penampilan tersebut mendapat perhatian dari para peserta sekaligus memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia sekolah melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Wedung pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga lahan basah sebagai bagian dari lingkungan yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir dan sekitarnya.

0 komentar:

Posting Komentar