Suasana berbeda terlihat di SMPN 3 Wedung, Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (21/2/2019). Sekolah tersebut menjadi pusat kegiatan peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2019 yang diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerhati lingkungan.
Sejak sekitar sepuluh hari sebelum acara berlangsung, para
guru dan siswa SMPN 3 Wedung telah disibukkan dengan berbagai persiapan. Mulai
dari penataan lokasi, latihan pertunjukan, hingga persiapan materi kegiatan
dilakukan secara bersama-sama untuk menyambut peringatan yang mengangkat
pentingnya keberadaan dan kelestarian lahan basah.
Kegiatan diawali dengan pemutaran sejumlah potongan film
dokumenter mengenai lahan basah. Tayangan tersebut menjadi pengantar bagi para
peserta untuk mengenal lebih jauh fungsi lahan basah serta berbagai tantangan
yang dihadapi dalam upaya menjaga ekosistem tersebut.
Sekitar 100 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal
dari berbagai unsur, antara lain Kepala Desa Wedung beserta perwakilan
perangkat desa, staf Wetlands International Indonesia, Blue Forest, masyarakat
setempat, serta perwakilan kelompok dampingan program Building with Nature
(BwN). Kepala SMPN 3 Wedung, para guru, dan siswa turut ambil bagian dalam
kegiatan tersebut.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Suharto yang hadir
mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Demak. Turut
membuka kegiatan, Direktur Wetlands International Indonesia, Nyoman
Suryadiputra. Dalam kesempatan tersebut, sambutan Nyoman disampaikan melalui
rekaman video yang diputar pada saat pembukaan.
Tidak hanya diisi dengan penyampaian informasi mengenai
lingkungan, peringatan Hari Lahan Basah Sedunia juga menjadi ruang bagi para
siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka. Para siswa SMPN 3 Wedung tampil
membawakan tarian dan drama bertema lingkungan.
Penampilan tersebut mendapat perhatian dari para peserta
sekaligus memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat
ditanamkan sejak usia sekolah melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.
Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Wedung pun tidak
sekadar menjadi seremoni tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk
memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya
menjaga lahan basah sebagai bagian dari lingkungan yang memiliki peran penting
bagi kehidupan masyarakat pesisir dan sekitarnya.






0 komentar:
Posting Komentar