Belajar hari ini, sukses di masa depan.

Pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi tentang membentuk diri menjadi manusia yang lebih baik.

Jangan takut gagal, takutlah berhenti mencoba.

Setiap halaman yang dibaca adalah satu langkah menuju masa depan yang lebih luas.

Pendidikan adalah bekal untuk menjemput masa depan.

Belajar mungkin melelahkan, tetapi ketidaktahuan akan membuat langkah kita lebih terbatas.

Tidak harus hebat untuk memulai, tetapi harus memulai untuk menjadi hebat.

Sekolah mungkin memberikan ilmu, tetapi kemauan untuk terus belajar akan membentuk masa depan.

Masa depan dibangun dari usaha hari ini.

Pendidikan memberi kita pengetahuan, tetapi karakter mengajarkan bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dengan bijaksana.

Tampilkan postingan dengan label Mangrove SMP Negeri 3 Wedung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mangrove SMP Negeri 3 Wedung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2026

Ketika Tarian Satukan SMP Negeri 3 Wedung dan Tokoh Lingkungan Dunia

 

Suasana meriah dan penuh kehangatan mewarnai puncak peringatan Hari Lahan Basah Sedunia ke-30 (30th Wetlands International Anniversary) yang dipusatkan di SMP Negeri 3 Wedung, tanggal 8 Oktober 2026. Acara berskala internasional ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Wetlands International Indonesia, Kelompok Tani Mangrove Onggojoyo Jaya, dan SMP Negeri 3 Wedung.

Puncak acara ditandai dengan kehadiran 23 tamu delegasi luar negeri yang merupakan jajaran pimpinan Wetlands International dari berbagai belahan dunia. Namun, dari seluruh rangkaian acara, momen penyambutan oleh para murid SMP Negeri 3 Wedung menjadi sorotan utama yang paling mencuri perhatian dan menyentuh hati para tamu asing tersebut.

Sejak menapakkan kaki di area sekolah, para delegasi dunia ini langsung disambut dengan senyum ramah dan energi luar biasa dari ratusan siswa. Kemeriahan pecah saat musik mulai bergema dan para siswa dengan kompak membawakan Tarian "Gemu Fa Mi Re" (Maumere) serta Tarian "Wonderful Indonesia".

Gerakan rancak, kostum yang indah, dan ekspresi ceria anak-anak Wedung berhasil menyihir para penonton. Tak butuh waktu lama bagi para pimpinan Wetlands International ini untuk ikut larut dalam kegembiraan. Terpikat oleh ritme lagu Maumere yang enerjik, beberapa delegasi luar negeri spontan maju ke depan, ikut menggoyangkan badan, dan menari bersama para siswa di tengah gemuruh tepuk tangan.

Salah satu perwakilan delegasi mengungkapkan rasa kagumnya yang mendalam atas sambutan ini. Ia mengaku sangat terkesan dengan kehangatan, budaya, dan semangat yang ditunjukkan oleh generasi muda di Wedung dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus merayakan tradisi.

Penyambutan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi jembatan budaya yang memperlihatkan bahwa anak-anak pesisir, khususnya SMP Negeri 3 Wedung siap menjadi bagian dari warga global yang peduli pada masa depan lahan basah dunia.

Selasa, 29 September 2026

Tumbuhkan Integritas Sejak Dini, SMPN 3 Wedung Gelar Senam Antikorupsi di Pesisir Mangrove.

DEMAK – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kejujuran dan karakter mulia sejak dini, para siswa dari SMPN 3 Wedung menggelar aksi kreatif berupa Senam Antikorupsi pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang berbatasan dengan kawasan pesisir hutan mangrove, menciptakan perpaduan unik antara semangat menjaga integritas bangsa dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan mengenakan seragam olahraga sekolah bermotif abu-abu dan hitam, para siswa tampak kompak dan antusias memperagakan setiap gerakan senam. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga sebagai media edukasi interaktif untuk menyuarakan pesan-pesan antikorupsi dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak.

Kepala Sekolah SMPN 3 Wedung Heru Rahwiyanto, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa "penanaman nilai karakter harus dimulai sedini mungkin melalui metode yang dekat dengan keseharian siswa. Melalui gerakan senam yang dinamis, para siswa diajak untuk memahami sekaligus mempraktikkan nilai-nilai dasar antikorupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan".

Lebih lanjut, pemilihan lokasi di pesisir mangrove memberikan pesan mendalam bahwa menjaga kelestarian alam dan merawat kejujuran adalah dua hal penting yang harus berjalan beriringan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik dan peduli lingkungan, tetapi juga memiliki benteng moral yang kuat untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan berintegritas.