Selasa, 13 Oktober 2026

Menjemput Ilmu di Ruang “Buana Tirta”, Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal di SMP Negeri 3 Wedung

 

Siapa bilang belajar harus selalu di dalam kelas? SMP Negeri 3 Wedung membuktikan bahwa alam (Buana) dan air laut (Tirta) di sekitar sekolah bukanlah pembatas aktivitas. Bagi sekolah pesisir di Demak ini, lingkungan sekitar justru menjadi laboratorium alam berbasis kearifan lokal yang seru dan bernilai tinggi.

Sekolah mengubah pemandangan di pesisir dan tambak sehari-hari menjadi sarana belajar yang nyata. Lewat program ini, para murid diajak untuk lebih peduli lingkungan sekaligus belajar langsung dari potensi daerah sendiri.

Di SMPN 3 Wedung, konsep Buana (alam pesisir) dan Tirta (lautan) diintegrasikan langsung ke dalam kegiatan pembelajaran.

Petualangan di Ruang Tirta: Siswa belajar literasi, numerasi, sains dan lingkungan langsung di kawasan mangrove. Mereka mengamati biota pesisir, akar bakau, mengukur pasang surut air air laut, hingga mempelajari kandungan karbon yang tersimpan di hutan mangrove.


Aksi Nyata di Lingkungan Buana: Lahan sekitar sekolah dimanfaatkan untuk praktik penghijauan dengan tanaman khas pesisir. Siswa diajak berliterasi dengan diajarkan bagaimana menanam tanaman pelindung pantai untuk mencegah abrasi, kandungan karbon yang dihasilkan oleh hutan mangrove sekaligus mengelola sampah pesisir.

Kearifan lokal ini juga dikaitkan dengan kompetensi lain. Siswa bisa belajar numerasi lewat hitungan hasil tangkapan nelayan/ hasil tambak, atau belajar literasi finansial lewat pengolahan produk khas pesisir. Tidak hanya teori, siswa juga diajak kreatif mengolah potensi laut menjadi kerajinan atau produk bernilai jual.

"Laut dan alam di sekitar SMP Negeri 3 Wedung ini adalah ruang kelas terluas kami. Kami ingin teman-teman semua bangga dengan potensi daerah sendiri dan tahu cara menjaganya," ujar Zada, salah satu perwakilan siswa SMP Negeri 3 Wedung.

Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 3 Wedung membuktikan bahwa belajar di sekolah pesisir itu seru. Alam dan laut bukan lagi pembatas, melainkan sumber ilmu yang tidak akan pernah habis.

0 komentar:

Posting Komentar